KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DAN BIDANG-BIDANG PENGEMBANGANNYA YANG DITERAPKAN OLEH SMK PGRI 1 CIBINONG

LAPORAN HASIL OBSERVASI
KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DAN BIDANG-BIDANG PENGEMBANGANNYA YANG DITERAPKAN OLEH SMK PGRI 1 CIBINONG









OLEH:
HIKMAH HAYATI
(108011000178)


JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2010


KATA PENGANTAR
   
Dengan segala kerendahan dan keikhlasan kami ucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamin, segala puji dan puja hanyalah milik Allah SWT, karena hanya dengan bantuan dan petunjuk-Nya serta memberikan nikmat berupa kesehatan dan kekuatan kepada kami untuk dapat menyelesaikan tugas observasi mengenai “KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DAN BIDANG-BIDANG PENGEMBANGANNYA YANG DITERAPKAN OLEH SMK PGRI 1 CIBINONG”
Shalawat beserta salam hanya tercurah limpah kepada Baginda kita yakni Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, para sahabatnya dan para pengikutnya sampai akhir zaman.
Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Mungkin makalah ini masih banyak kekurangan. Akan tetapi kami berharap makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi kita semua.



Ciputat, 17 Mei 2010

Pengobservasi




PENDAHULUAN
Layanan Bimbingan dan Konseling merupakan layanan yang penting bagi siswa atau siswi yang sedang melaksanakan proses pendidikan. Karena perkembangan yang optimal bagi peserta didik dalam pendidikan formal tidak mungkin dapat terwujud apabila ketiga wilayah yang di sebutkan dibawah ini tidak terpenuhi dan terlaksana dengan baik. Tiga tersebut adalah: wilayah managemen dan kepemimpinan pada magemen dan supervisi, wilayah pembelajaran yang menidik pada pembelajaran bidang studi, dan yang terakhir adalah wilayah bimbingan dan konseling yang memandirikan pada Bimbingan dan Konseling.
Adapun program layanan bimbingan konseling memiliki empat fungsi utama, yakni: pemahaman individu, pencegahan dan pengembangan, pennyesuaian diri, pemecahan masalah. Melihat sangat pentingnya layanan Bimbingan dan Konseling bagi siswa, serta betapa banyaknya manfaat yang dapat diambil dari layanan Bimbingan dan Konseling tersebut, sehingga pemerintah pun memasukkan Bimbingan Karir kedalam kurikulum 1984. Dan pemerintah akhirnya beberapa kali memantapkan layanan Bimbingan dan Konseling ini dalam Undang Undang. Diantaranya adalah UU No.2 tahun 1989, PP No. 28 Bab X, dan SK Menpan No. 84/ 1993.
Namun, pada kenyataannya layanan Bimbingan dan Konseling yang sangat diperlukan ini pada pelaksanaannya banyak memiliki kekurangan. Diantaranya adalah perbandingan antara jumlah guru Bimbingan dan Konseling dengan jumlah siswa. Kemudian, pengangkatan guru mata pelajaran menjadi guru Bimbingan dan Konseling, dan layanan Bimbingan dan Konseling yang di pegang oleh guru yang bukan lulusan dari jurusan keahlian Bimbingan dan Konseling.
Maka dari itu, dosen Bimbingan dan Konseling kami, Ibu Dzikri Neni Iska memberikan kami tugas untuk mengobservasi pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Apakah pelaksanaannya sudah ideal atau masih banyak hal yang kurang.
Adapun relevansi saya memilih SMK PGRI 1 Cibinong sebagai tempat observasi saya adalah karena sekolah tersebut dekat dengan rumah saya. Juga karena saya ingin tahu bagaimana pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah kejuruan. Apakah pelaksanaannya sama dengan di sekolah menengah atas (SMA) atau berbeda.

LAPORAN HASIL OBSERVASI
KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DAN BIDANG-BIDANG PENGEMBANGANNYA YANG DITERAPKAN OLEH SMK PGRI 1 CIBINONG
A. Perbandingan Jumlah Guru Bimbingan dan Konseling dengan Jumlah Siswa SMK PGRI 1 Cibinong.
Jumlah guru Bimbingan dan Konseling yang ada di SMK PGRI 1 Cibinong adalah tiga orang. Yaitu Bp. Ali Ghozali selaku Kepala Sekolah sekaligus Pembia Guru Bimbingan dan Konseling SMK PGRI 1 Cibinong, beliau menangani siswa/i kelas XII. Yang kedua adalah Ibu Siti, beliau menangani siswa/i kelas XI. Dan yang terakhir adalah Ibu Roro yang menangani siswa/i kelas X.
Adapun jumlah siswa yang terdapat di SMK PGRI 1 Cibinong adalah 1440 siswa. Dengan penjabaran, di SMK PGRI 1 Cibinong terdapat empat jurusan yaitu Administrasi Perkantoran (AP), Akuntansi(AK), Pemasaran dan Penjualan (PJ), Tekhnik Komputer dan Jaringan (TKJ). Jurusan AP ada tiga kelas, AK tiga kelas, PJ tiga kelas dan TKJ dua kelas.
Dari perandingan jumlah siswa dengan jumah guru Bimbingan dan Konseling sangat di lihat bahwa ini adalah jumlah yang sangat tidak seimbang. Karena idealnya perbandingan antara guru Bimbingan dan Konseling dengan siswa adalah 1:125. Sedangkan di SMK PGRI 1 Cibinong ini perbandingannya adalah 1:480. Sehingga wajar saja ketika saya mengobservasi, Ibu Siti (selaku sumber informasi observasi) mengatakan sering kewalahan dalam menghadapi siswa/i yang curhat dan meminta solusi atas permasalahannya. Ditambah dengan keadaan Bpk Ali yang merangkap sebagai Kepala Sekolah di tiga sekolah. Sehingga sering sekali Ibu Siti jugalah yang menangani siswa/i kelas XII yang seharusnya ditangani Bpk. Ali. Adapun Ibu Roro juga merangkap sebagai guru bidang studi di sekolah lain, sehingga Ibu Roro hanya bisa hadir di jam sekolah siang saja (di SMK PGRI 1 Cibinong ini siswa/i kelas XII dan XI masuk pagi, sedangkan kelas X masuk siang).
B. Kegiatan Layanan Bimbingan dan Konseling di SMK PGRI 1 Cibinong
Kegiatan ideal yang seharusnya ada di dalam layanan Bimbingan dan Konseling di SMK PGRI 1 Cibinong adalah layanan orientasi, layanan informasi, layanan penempatan dan penyaluran, layanan konseling perorangan, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling kelompok, layanan konsultasi, layanan mediasi.
a. Layanan orientasi di SMK PGRI 1 Cibinong
Layanan orientasi adalah layanan bimbingan yang dilakukan untuk memperkenalkan siswa baru dan atau seseorang terhadap lingkungan yang baru dimasukinya. Di SMK PGRI 1 Cibinong, layanan orientasi siwa dilaksanakan setiap awal masuknya siswa/i baru. Dalam kegiatan MOS tentu ada tujuan yang ingin dicapai. Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan MOS SMK PGRI 1 Cibinong itu adalah :
1. Memperkenalkan siswa pada lingkungan fisik sekolah yang baru mereka masuki
2. Memperkenalkan siswa pada seluruh komponen sekolah beserta aturan, norma, budaya, dan tata tertib yang berlaku di dalamnya.
3. Memperkenalkan siswa pada keorganisasian
4. Memperkenalkan siswa untuk dapat menyanyikan lagu hymne dan mars sekolah
5. Memperkenalkan siswa pada seluruh kegiatan yang ada di sekolah
6. Mengarahkan siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat mereka
7. Menanamkan sikap mental, spiritual, budi pekerti yang baik, tanggung jawab, toleransi, dan berbagai nilai positif lain pada diri siswa sebagai implementasi penanaman konsep iman, ilmu, dan amal
8. Menanamkan berbagai wawasan dasar pada siswa sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar secara formal di kelas.
Materi-materi yang diberikan pada kegiatan MOS selama empat hari itu adalah :
• Pengenalan Sekolah, Misi dan Visi SMK PGRI 1 Cibinong
• Pengenalan Tata Tertib SMK PGRI 1 Cibinong
• Pengenalan lingkungan dan fasilitas yang ada di sekolah
• Wawasan wiyata mandala
• Cara belajar Efektif
• Kebijakan Umum sekolah, baik Kegatan Akademik mapun Kesiswaan
• Pelayanan Bimbingan dan konseling
• Achievement Motivation Training (AMT)
• Lari pagi di lingkungan sekitar sekolah
• Pengenalan Organisasi (OSIS) oleh Pengurus OSIS
• Pengenalan dan latihan PBB
• Pengenalan Ekstra kurikuler
• Unjuk Gigi siswa baru melalui kegiatan Pentas Seni.

b. Layanan informasi di SMK PGRI 1 Cibinong
Layanan informasi yang diberikan guru Bimbingan dan Konseling di SMK PGRI 1 Cibinong dilakukan seiringan dengan layanan orientasi. Dimana di masa orientasi, para siswa diberikan pengarahan berupa pengenalan sekolah, visi dan misinya, kemudian pengenalan lingkungan dan fasilitas yang ada di sekolah, dan yang terakhir adalah pengenalan OSIS dan kegiatan ekstrakurikuler yang ada disekolah tersebut.
Dengan arahan yang diberikan ketika MOS tersebut, siswa di harapkan mampu mengenal lingkungan sekolah dan mempu menyikapinya secara positive dan dinamis.
Adapun upaya yang dilakukan guru Bimbingan dan Konseling untuk memberikan siswa tentang pemahaman diri adalah dengan memasuki kelas-kelas di awal mereka masuk sekolah. Di moment itu, Ibu Siti biasanya bertanya pada setiap anak, mengapa anda memilih jurusan ini. Apakah jurusan ini sesuai dengan keinginan anda?. Lalu Ibu Siti biasanya memberikan tips-tips bagaimana caranya supaya para siswa yang merasa salah mendapatkan jurusan bisa menyikapi hal tersebut dengan positif.
Menurut Ibu Siti, masalah yang timbul pada anak seperti jarang masuk (bolos), atau belajar tidak serius, dll, itu disebabkan oleh anak merasa salah masuk jurusan.
Mayoritas anak menginginkan masuk jurusan TKJ (tekhnik computer dan jaringan) karena menurut mereka jurusan tersebut mudah mendapatkan pekerjaan. Namun, kenyataannya nilai hasil placement test mereka, tidak memenuhi standar untuk memasuki jurusan TKJ tersebut. Maka Ibu Siti pun selalu memberikan mereka motivasi ketika masuk ke kelas-kelas bahwa apapun jurusannya, ketika kita memberikan dan menjalani nya dengan baik, pasti akan membawa kita pada keberhasilan.
Tak sedikit siswa yang mendapatkan jurusan sekertaris merasa malu dan minder. Namun, kembali Ibu Siti memberikan motivasi-motivasi. Agar mereka mampu menerima keadaan diri dengan positive dan dinamis. Kemudian, agar keadaan yang ada tetap memberikan dampak positive bagi diri siswa/i tersebut.
Ibu Siti biasanya memasuki kelas-kelas secara rutin satu bulan sekali. Walaupun layanan Bimbingan dan Konseling tidak termasuk jam pelajaran, namun Ibu Siti merasa beruntung karena Kepala Sekolah yang juga Pembina Layanan Bimbingan dan Konseling selalu memberikan kesempatan untuk Ibu Siti masuk ke kelas-kelas.
c. Layanan penempatan dan penyaluran di SMK PGRI 1 Cibinong
Layanan ini berjalan sangat baik di SMK PGRI 1 Cibinong. Ini dikarenan sekolah ini adalah sekolah kejurusan yang memang setiap siswa/i nya disiapkan untuk bekerja, dan kurikulumnya pun disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Layanan ini dilakukan setiap siswa/i kelas dua ingin melakukan magang (praktek kerja). Biasanya dilakukan training-training atau pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk mengenallkan siswa akan dunia kerja. Serta memberikan motivasi agar siswa mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal.
Karena sekolah sudah memiliki link dengan beberapa perusahaan, maka tak jarang ada beberapa perusahaan yang mebutuhkan banyak pegawai langsung mengadakan tes di sekolah SMK PGRI 1 Cibinong ini. Ini sangat membantu siswa, karena banyak siswa yang sudah tersalurkan (bekerja), padahal ijazahnya ppun belum keluar.
Inilah kelabihan dari sekolah kejuruan dibanading SMA, kata Ibu Siti.
d. Layanan konseling perorangan di SMK PGRI 1 Cibinong
Ibu Siti mengatakan konseling perorangan selalu berjalan setiap harinya. Karena siswa/i di SMK PGRI 1 Cibinong sudah tidak menganggap Bimbingan dan Konseling sebagai tempat bagi orang-orang bermasalah saja. Jadi banyak setiap harinya siswa yang mengadukan permasalahan yang menghambat proses belajar mengajar, atau mereka meminta saran atau motivasi. Atau mereka sekedar mencari tahu tentang universitas-universitas yang mereka ingin masuki kelak (bagi siswa yang memilih kuliah dari pada bekerja).
e. Layanan bimbingan kelompok di SMK PGRI 1 Cibinong
Layanan bimbingan kelompok dilaksanakan ketika guru Bimbingan dan Konseling memasuki kelas siswa. Contohnya, Ibu Siti mengelompokkan mana siswa/i yang ingin bekerja, dan mana siswa/i yang ingin kuliah. Kemudian ada anak yang diam saja, menandakan dia masih bingung dan belum ada tujuan atau arah yang jelas. Nah, anak-anak yang belum memiliki arah yang jelas tersebut biasanya langsung dilakukan bimbingan kelompok.
f. Layanan konseling kelompok di SMK PGRI 1 Cibinong
Layanan konseling kelompok dilaksanakan setiap hari Jum’at. Karena hari jum’at adalah hari yang dikhususkan untuk kegiatan ekstra kurikuler, namun sebeum semua kegiatan dilaksanakan, bagi siswa yang beragama islam di haruskan membaca yasin bersama, dan bagi yang beragama Kristen, harus melakukan kebaktian.
Setelah semua kegiatan diatas selesai, maka seluruh siswa diberikan konseling kelompok oleh guru Bimbingan dan Konseling. Biasanya konseling keolmpok ini menggunkan metode diskusi dan ceramah. Acara rutin ini selalu dipimpin oleh Bpk. Ali selaku kepala sekolah dan juga Pembina layanan Bimbingan dan Konseling di SMK PGRI 1 Cibinong.
g. Layanan konsultasi di SMK PGRI 1 Cibinong
Ibu Siti selaku guru Bimbingan dan Konseling untuk siswa kelas XI selalu ada di ruang Bimbingan dan Konseling untuk menerima siswa/i yang ingin berkonsultasi menganai permasalahan apa saja.
Untuk pelayanan konsultasi ini, Ibu Siti memiliki buku catatan harian mengenai siapa saja yang melakukan konsultasi hari ini, apa permasalahannya, dan apa solusinya. Dan setiap siswa pun diberikan kartu layanan Bimbingan dan Konseling, yang bertujuan sebagai pegangan guru Bimbingan dan Konseling untuk mengetahui permasalahan apa saja yang pernah dialami siswa dan bagaimana perkembangannya.
h. Layanan mediasi di SMK PGRI 1 Cibinong
Layanan mediasi jarang diberikan kepada siswa SMK PGRI 1 Cibinong. Karena menurut Ibu Siti, jarang sekali ada dua pihak yang bertengkar dan menjadikan Ibu Siti sebagai mediator bagi kedua pihak (kedua siswa) yang bertengkar. Namun, tidak menutup kemungkinan, jika ada kejadian seperti itu, guru Bimbingan dan Konseling pasti akan memberikan layanan mediasi ini.
Adapun layanan bantuan yang diberikan guru Bimbingan dan Konseling jika ada siswa yang bermasalah adalah layanan himpunan data, konferensi kasus, dan kunjungan rumah.
C. Bidang Pengembangan Bimbingan dan Konseling yang diterapkan Oleh SMK PGRI 1 Cibinong
1. Bidang pengembangan pribadi di SMK PGRI 1 Cibinong
Bidang ini di kembangkan dengan di adakannya kegiatan Membaca Al-qur’an dan tausiah atau ceramah yang dilanjutkan dengan diskusi yang di pandu olah Bpk. Ali selaku Pembina layanan Bimbingan dan Konseling.
2. Bidang pengembangan social di SMK PGRI 1 Cibinong
Pembinaan kerjasama, kerukunan, pengembangan kemampuan memimpin dan berkomunikasi di berikan sekolah dengan menyediakan berbagai macam kegiatan ekstra kurikuler. Yaitu: OSIS, basket, volley ball, bulutangkis, futsall, degung, pencak silat, paduan suara, rohis, paskibra, PMR, dan lain-lain. Semua itu dilaksanakan pada hari jum’at di bawah pengawasan guru Pembina organisasi masing-masing.
3. Bidang pengembangan pendidikan di SMK PGRI 1 Cibinong
Layanan bimbingan bidang pengembangan pendidikan selalu dilakukan, berupa training-training yang diberikan sebelum siswa/i melakukan praktek kerja. Kemudian, ada identifikasi bakat dan minat siswa, sehingga guru Bimbingan dan Konseling bisa memberikan masukan atau saran, jika ia ingin kuliah, perguruan tinggi mana yang cocok untuk siswa tersebut.
Pengembangan minat dan hobi di berikan pada program kegiatan ekstra kurikuler.
Sekolah juga selalu mengadakan kegiatan outing class yaitu kegiatan praktek berbicara dengan bahasa inggris dengan wisatawan asing di tempat wisata.
4. Bidang pengembangan pembelajaran di SMK PGRI 1 Cibinong
Di SMK PGRI 1 Cibinong ini ada bimbingan belajar selama satu tahun bagi kelas tiga yang akan menghadapi ujian.
Motivasi-motivasi pun selalu diberikan lewat kegiatan rutin yang dilakukan guru Bimbingan dan Konseling yaitu masuk ke kelas-kelas siswa sebulan sekali.
5. Bidang penembangan karir di SMK PGRI 1 Cibinong
Pengenalan dunia karir sangat ditekankan oleh guru Bimbingan dan Konseling, karena siswa memang disiapkan untuk bekerja setelah lulus nanti.
Guru Bimbingan dan Konseling selalu memfasilitasi siswa yang ingin mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan. Bahkan tidak jarang mereka langsung disalurkan.
Bahkan ada beberapa perusahaan yang menjalin hubungan (link and match) dengan SMK PGRI 1 Cibinong yang langsung melakukan test perekrutan pegawai di sekolah.
Hal ini sangat membantu siswa untuk sukses dalam karirnya.

PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kesimpulan dari laporan hasil observasi di atas adalah, bahwa memang layanan dan bidang pengembangan Bimbingan dan Konseling yang diterapkan oleh SMK PGRI 1 Cibinong ini sangat baik. Namun, program yang sudah sangat baik ini kurang didukung oleh tenaga kerja yang hanya tiga orang dan beliau bertiga tidak focus di bidang Bimbingan dan Konseling ini. Walaupun Ibu Siti memang lulusan dari Jurusan Bimbingan dan Konseling dari UNINDRA, namun, hal ini sangat kurang untuk memfasilitasi layanan Bimbingan dan Konseling bagi para siswa.
Sehingga ada sedikit keprihatinan di hati kami, melihat bahwa layanan Bimbingan dan Konseling yang snagat penting ini kurang mendapatkan perhatian.
Namun di sisi lain, kami bergembiraa, karena menurut Ibu Siti, di sekolah ini layanan Bimbingan dan Konseling sangat diperhatikan. Berbeda dengan sekolah-sekolah swasta lain yang masih dipandang sebelah mata.